separate
Media pencatat langkah kecilnya yang penuh kelucuan, keluguan, inovatif, kreatif dan segala tingkah usil dan kebandelannya
logo
Budhi Insan

Buka Toko Sendiri

Tahukah sahabat, kalau dulu Devon punya toko sendiri. Selain jadi owner juga jadi manager pemasaran juga. Waauw keren kan. Tapi bukan toko sebangsa mini market atau toko toserba loh, nah ini deh ceritanya.

Seperti biasa jika menjelang liburan Devon sudah merancang kegiatan untuk mengisi liburan, biasanya sih diisi kegiatan seputar otak-atik elektro. Seperti yang dilakukan Devon menjelang liburan klas IV dulu. Dia sudah jauh-jauh hari menyiapkan barang-barang yang diperlukan plus nominal harga yang harus dibelinya. Setelah dihitung-hitung ternyata uang jajan yang dikumpulkan masih kurang. Mulailah dia memutar otak mencari ide.

Sepulang dari disuruh mamanya belanja ditoko dekat rumah buru-buru nyamperin papanya sembari berteriak "Pa.., Devon punya ide !!". Dia bilang uangnya mau dibelanjakan barang-barang kebutuhan dapur dan keluarga seperti gula, kopi, sabun, pencuci piring dsb, dan ujung-ujungnya minta dianterin di agen terdekat.


Hah..!! kaget juga dengernya, kenapa ini anak cepat banget berubah pikirannya, padahal tadinya sudah ngotot mau beli kabel dan lainnya. Eh ternyata baru tahu kalau barang yang dibeli mau dijual lagi ke mamanya.. Oh alaaaahhh. Rupanya Devon melihat peluang untuk mendapat uang dari berjualan ke mamanya. Karena hampir tiap hari Devon yang bantuin mamanya beli belanjaan di toko dekat rumah.
 

Dipikir-pikir boleh juga idenya, tidak masalah walau harganya sedikit lebih mahal toh keuntungan yang didapat untuk keperluan positif sekaligus mendidik anak untuk belajar mandiri dan menghargai uang. Sebagai orang tuanya rasanya trenyuh melihat kemauan dan semangat Devon untuk mendapatkan uang tanpa mau merepotkan orang tuanya. Tak terasa bulir-bulir air mata perlahan mengalir di pipi apalagi ketika dia bilang jika nanti uangnya untuk belanja kurang pinjem uang papa, nanti kalau barangnya habis dikembalikan.

Dengan semangat Devon melabel harga satu-persatu dan dipajang rapi dimeja kamarnya. disebelahnya ada tulisan "Toko Devondia Sejahtera" dan di bawahnya ada tambahan "Boleh ambil sendiri barangnya, tapi jangan lupa tinggalkan uang dilaci". Tak urung membuat mamanya senyum-senyum sendiri melihat cara Devon mendapatkan uang. Sepulang sekolah biasanya Devon ngecek barang dagangannya sambil menghitung keuntungannya. Sayangnya photo-photo dokumen Devon banyak lenyap bersama hardisk yang jebol dulu.

Lagi sibuk bikin gedung
Sampai akhirnya barang dagangannya habis dia mendapat keuntungan yang cukup untuk membeli alat-alat keperluannya dan bisa mengembalikan pinjamannya. Tapi tak urung akhirnya sebagian uang yang dipinjam juga disumbangkan untuk tambahan dia. Tapi yang terpenting sudah memberikan pelajaran pada dia bagaimana perjuangan untuk mendapatkan uang. Agar bisa bertanggung jawab atas uang hasil jerih payahnya.

Alhamdulillah akhirnya Liburan bisa diisi dengan membuat rancangan miniatur kota dengan kerlap-kerlip lampu dijalanan yang dibuat dari lampu lite, kemudian pembangkit tenaga listriknya atau generator dibuat dari dinamo yang diberi baling-baling yang dialirkan dari listrik yang diberi adaptor. Untuk rumah dan gedungnya dibuat dari kardus bekas. Memang dari segi hasilnya tidaklah sebagus maket yang ada dikantor-kantor Developer tetapi yang harus diapresiasi adalah ide, kreatifitas dan perjuangan untuk menciptakan karyanya itu

Salam Kreatif



 

20 comments:

"Setelah dibaca silakan kasih komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan, mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini."

  1. Blognya tampilan baru. Ngga sekalian dikasih obeng atau solder nih? Hehehe...

    Subhanallah Devon...! Pinter sekali akalnya. Kecil-kecil punya jiwa pengusaha. Lain kali coba jualannya ke teman-teman. Biar melatih mental, sebab akan merasakan penolakan saat teman tidak mau beli.

    Dulu jaman musim tamiya, Luthfan menabung untuk beli tamiya di pasar dan dijual ke teman sekolahnya. Juga waktu musim kartu-kartu Jepang.

    Tapi tetep saja apa yang dilakukan Devon itu sebuah perbedaan dari anak2 seusianya. Sipp mas Insan.

    Aku masih penasaran cerita Devon buat radio Fm. Belum kebayang seperti apa gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihi...
      bakatnya seperti bundanya yang di kemanggisan kali...

      kalau untuk jualan untuk lingkungan keluar masih blm berani mbak, Oke deh nanti ditunggu ceritanya, makasih

      Delete
  2. ah devon kreatif sekali, siapa dulu babenya :), kalau aku punya anak perempuan mau ah besanan sama mas insan hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha....
      Meried aja blm mau ngajak besanan....
      kelamaan... hihihihi...

      Delete
    2. jangan gitu mas insan, insyaallah tahun depan di do'ain yah, sabar mamang lg ngumpulin pundi berlian wkwkwk

      Delete
    3. ini mamang apa bang Toyib... mencari sebongkah berlian

      Delete
  3. wah., Devon keren.. sebelum mewujudkan visinya berjuang cari modal dengan cara kreatif..
    cocok jadi teknopreneur..
    ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...
      insya Allah..., minimal jadi orang yang bermanfaatlah..

      Delete
  4. Makanannya Devon apa yak kok udah pinter, kreatip pula :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang pasti makan nasi seperti layaknya anak2, eh tapi dari kecil Devon paling doyan makan telor ayam kampung

      Delete
    2. cabe 20 nya yang bikin beda tuh mas :D

      Delete
    3. iya kali...
      sama cabe kaya sama temennya

      Delete
  5. wow,devon makin hari makin cerdas ya pak...kreatif bangettttt :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah...
      bakat alam, padahal ortunya gak ngerti blass..

      Delete
  6. pengen punya anak pinter.. gimana ya? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihihi...
      susah nih ngejawabnya....

      Delete
    2. Papanya makan apa sih kok anaknya pinter?

      Delete
    3. Kebanyakan makan ati mungkin... qiqiqiqi

      Delete
logo
Copyright © 2012 Media Indara.
Blogger Template by Clairvo