separate
Media pencatat langkah kecilnya yang penuh kelucuan, keluguan, inovatif, kreatif dan segala tingkah usil dan kebandelannya
logo
Budhi Insan

Kenali Putra-putri Sendiri

Tepat tanggal  15 Agustus 13 tahun lalu terlahir seorang jabang bayi. Ketika sore beranjak malam suara tangisan bayi menyeruak diantara heningnya malam, sujud syukur kupersembahkan kepada sang Robb. Suatu kebahagiaan yang tak ternilai saat memandang wajah mungil nan suci hadir menjadi bagian keluargaku, sekaligus sebagai tali pengikat kasih sayang antara kami.

Dalam sekejab statusku telah berubah menjadi seorang ayah yang mempunyai tanggung jawab atas amanah dari-Nya. Sebagai rasa bahagia kakeknya menyematkan sebuah nama Devondia Difa Indara dan memanggilnya dengan panggilan Devon. Sungguh kehadirannya membuat dunia seakan berubah menjadi indah terang-benderang. Semangatpun bertambah berlipat-lipat.

Devon terlahir tidak terlalu besar bahkan kalau dibilang relative kecil dibanding bayi pada umumnya, dengan berat 2,75 kg memang tampak kecil. Tapi aku bersyukur Devon lahir dalam keadaan sehat tidak kekurangan apapun.


Devon kecil tidak punya keistimewaan apapun, tidak ada yang menonjol, hingga pada usia sekitar 3 tahun Devon punya keunikan tersendiri, setiap diberikan mainan tidak pernah bertahan lebih dua hari, setelah itu dibongkar dan dijadikan bahan eksperimen, dan yang aneh lagi setiap di swalayan yang diminta bukan lagi mainan atau mobil-mobilan melainkan obeng, kabel roll serta peralatan-peralatan lainnya.

Seperti anak-anak pada umumnya yang selalu ingin tahu maka Devonpun mengalami hal serupa bahkan keingintahuan Devon cenderung pada usil dan jail, kejailannya tidak jauh dari listrik dan electronic. Dari keusilannya kadang membuatku lebih ekstra mengawasinya. Suatu ketika aku ajak ke Mc Donald tiba-tiba sebagian lampu padam, ternyata ulah Devon yang mematikan saklar lampu disaat aku membayar dikasir. Juga ketika belanja di swalayan saat sedang antri di kasir tiba-tiba computer kasir mati, lagi-lagi Devon yang mematikan saklarnya dan banyak pengalaman yang cukup membuat wajah jadi merah padam menahan marah dan malu.


Ketertarikan yang berlebihan terhadap dunia electronic membuat Devon menjadi kurang fokus terhadap pelajarannya. Nilai pelajarannya makin lama makin menurun dan puncaknya ketika menjelang kenaikan kelas IV, Aku dipanggil kepala sekolahnya yang memberi peringatan agar Devon mendapat perhatian extra dalam pelajarannya dan mengurangi keusilan terhadap teman-temannya, jika dalam semester pertama tidak ada peningkatan maka Devon akan dikembalikan ke kelas III.

Berbagai metode belajar aku coba  agar pas buatnya, sampai akhirnya kuambil kesimpulan bahwa Devon adalah anak dengan type auditory. Yaitu type yang harus dengan cara mendengarkan penjelasan untuk memahaminya, type ini lebih suka segala sesuatunya dijelaskan dengan perkataan apalagi dengan gaya bercerita. Alhamdulillah Devon sendiri juga tahu akan kewajiban dan tuntutan agar nilainya bisa lebih baik. Progress Devon mulai tampak dan nilai pelajarannyapun meningkat yang cukup signifigkan. Bahkan nilai NEM kelas VI juga boleh dibilang cukup bagus.

Bersama Kakak Sepupu
Alhamdulillah dengan perjuangan yang pantang menyerah Devon bisa diterima di salah satu SMP Negeri di Surabaya. Yang lebih membanggakan lagi di SMP Devon bisa meraih prestasi sebagai salah satu penerima bea siswa. Peningkatan yang luar biasa sekali, dari yang terancam tidak naik kelas dan terancam turun kelas ternyata Devon mampu bangkit dari keterpurukannya. 

Demikian sedikit berkenalan dengan Devon, dari sedikit cerita diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa orang tua adalah orang yang paling tahu tentang sifat, karakter dan jenis anak-anaknya. Aku sangat yakin bahwa sebenarnya tidak ada anak yang bodoh yang ada hanya belum mendapat metode yang pas dalam belajar. Untuk itu kenali putra-putri anda apakah termasuk jenis 

  1. Visual: yaitu anak akan lebih mudah menyerap dan memahami sesuatu dengan cara melihat dan penglihatan. Type anak ini lebih suka membaca dan melihat gambar-gambar saat belajar

  2. Auditory: yaitu anak akan lebih mudah menyerap dan memahami sesuatu dengan cara mendengar dan pedengaran. Type anak ini lebih mudah menerima apabila disertai dengan cerita saat belajar

  3. Kinestetik: Anak dengan kemampuan belajar kinestetik tidak bisa hanya duduk tenang dan menunggu informasi disampaikan. Mereka lebih proaktif dan berusaha mencari hal-hal yang ingin mereka tahu tanpa harus selalu membaca buku panduan. Biasanya anak type ini tidak bisa duduk diam mendengar penjelasan dari guru, makanya anak seperti ini dianggap sebagai anak yang nakal


    Demikian sekilas tentang Devon, semoga bermanfaat.


    

27 comments:

"Setelah dibaca silakan kasih komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan, mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini."

  1. Selamat buat blog barunya mas...
    Saya penasaran tadinya akan seperti apa Media Indara... Ternyata boleh juga... Sebuah wadah untuk berbagi tentang tumbuh kembang anak.
    Trims buat info macam2 type belajar anak. Bisa membuat org tua lbh memahami bgmn menghadapi kesulitan belajar anak.

    Tapi saya jadi membayangkan... Kalau saya mau buat blog buat anak... Bisa kewalahan ya nanti bikin postingannya... Qiqiqi... Kebanyakan...

    Dev... Teruslah berkarya nak... Raih cita-citamu ya... Saatnya nanti... Semoga petunjuk اَللّهُ menyertai mu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Terimakasih mbak Niken buat kunjungannya, ini saran dari uncle Lozz.

      siapa tau disini bisa dijadikan tempat sharing bagi perkembangan anak2 kita...

      Delete
  2. devon cakep juga deh ini :D

    Eeh devon ati2 kalau usil sama listrik2 bisa2 kesetrum lho :D

    Niar kayaknya masuk yang kinestetik deh om, gag bisa diem :D

    Selamat yaa om blog baru :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren bilang Luthfan cakep, sekarang Devon cakep...
      Kakak Niar suka yang muda-muda yaaaa... qiqiqi...

      Delete
    2. Kalau Niar sih termasuk type kutu loncat...
      Ya pasri dong cakep... kan kakak Niar sebagai kakaknya juga cantik

      Delete
  3. wah devon mirip bnget sama papanya :, salam kenal devon..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe...
      kalo mirip tetangganya malah patut dicurigai...

      Salam kenal juga dari buat kakak Tia

      Delete
  4. wah mas Insan punya blog baru lagi.... keren! selamat ya mas....

    hehe, Devon sayang.... kamu usil dan jail banget waktu kecil yaaaa? kebayang deh gimana si kasir kaget waktu kompi nya kamu matikan nak... hihihi... pasti papa dan mama juga ikutan kaget dan... malu donk ya?? hihi

    Alhamdulillah jika sekarang Devon sudah jauh berubah, dan semakin kreatif (kearah positif). Maju dan sukses terus ya nak...

    Mas Insan, what a great father you are, Devon beruntung memiliki ayah yang baik dan pengertian sepertimu. Sukses selalu ya mas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Tante Al...
      Kata Devon Tante Al juga gak kalah hebatnya

      Salam buat Kaka' Intan Deh..

      Delete
  5. Wah Devon udah keliatan bakat dan minatnya dari kecil ya mas Insan, kereeen mudah2an tambah gede tambah kreatip n cita2nya kesampaian, Aamiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mbak Rahmi...
      untuk bisa belajar memang perlu pengorbanan...
      barang apa yg gak berantakan buat experimen
      tapi Alhamdulillah sekarang sdh bisa betulin...

      Delete
  6. suruh ke Jember aja paklik, barang sebulan aja. Tak transfer ilmu mreteli yang aku punya. dijamin wis dipreteli kabeh barang elektronik di rumah sampeyan hahaha

    nitip salam buat Devon ah, buat sepupunya #ups

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jaminannya itu yang mengerikan...

      Salam juga dari Devon, kalau sepupunya...Ups telat bulan depan sdh mau ada resepsi pernikahan...

      Delete
  7. Sebentar lagi calon besan akan dibikinini blog baru neh :)

    ReplyDelete
  8. Kalo belajar ke paman Lozz iso2 parah rek...bisa mreteli tapi ga bisa pasang lagi xixixix...menyesatkan! :)

    Mo bikin blog baru ah..judulnya My Jengkie My Life :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah spesialisasinya Paman Lozz memang jago mreteli..

      wah ide bagus itu My Jengkie My Life..

      Delete
    2. Saya mau jadi penulis tamunya tuh mas Belalang...

      Delete
  9. Salam kenal ya Devon.. Kk Devon kayak Keke deh tipe belajarnya auditory..

    Skrg Devon masih suka sm listrik & elektronik gak? Kl masih mungkin memang minatnya kesana.. Jd kl metode belajarnya udah ketemu, skrg bs sekalian di arahin juga sesuai minatnya deh.. Bagus tu kalo udah ketemu minatnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga untuk Tante Myra...

      Sepertinya devon sdh tidak bisa lepas dari dunia itu mbak, tiap ada kesempatan ada aja yang dikerjain, bahkan kabel dirumah, dia yang ganti semua dan dia juga yg ngatur, alhamdulillah dari kecil sdh keliatan bakatnya.

      salam sayang deh buat Keke & Nai

      Delete
  10. Komen lagi aahh...
    Kalau Fanni sepertinya visual.
    Waktu training hafal qur'an kemaren, ga nyangka dia bisa ngikutin, padahal kan blm bisa baca latin. Iqra juga masih 4.
    Itu krn metode trainingnya Visualisasi.

    Ehh.. hrsnya komen ttg Devon ya...
    ntar deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya harus diketahui, karakter dasar, kemampuan dalam menangkap dan menyerap ilmu, agar lebih tepat sasaran..

      Delete
  11. Devon kayaknya cocok masuk di Elektro, tuh, Kak... Hihihih

    Hidup Elektro! ^_^

    #modus

    ReplyDelete
  12. sudah menjadi "tugas" orangtua untuk mengenali potensi anaknya ya kak.. Bukan "memaksakan", seperti yang kebanyakan melingkupi keluarga-keluarga di Indonesia.

    Karena buah hati lahir, membawa potensinya sendiri. Potensi, yang di kemudian hari mampu menjadi pembawa kebahagiaan untuk diri dan keluarga. Membanggakan orang tua.. Juga tak lupa, lebih mendekatkan ia denga Tuhannya..

    ReplyDelete
  13. betul sekali, mas robbani. pesan tulisan diatas damae kantongin ah, buat bekel kalo punya anak nanti, hehe

    http://damai.malhikdua.com

    ReplyDelete
  14. Foto Devon yg bayi itu, lucu banget.

    ReplyDelete
logo
Copyright © 2012 Media Indara.
Blogger Template by Clairvo