Jul
04
Ingin Jadi Photographer
Beberapa hari lalu Devon merajuk minta dibelikan kamera sebagai hadiah kenaikan kelas, entah ada angin apa tiba-tiba dia tertarik pada dunia photography. Tapi aku tidak yakin jika Dev benar-benar mulai suka photography. Sebagai ayahnya aku tahu persis perkembangan kesukaan dan kemauannya. Jangan-jangan karena melihat teman-temannya jeprat-jepret dengan kamera membuatnya ingin mencoba.
Kuajak Dev jalan ke Hartono Elektronik tempat yang terdekat dari rumah. Kubiarkan dev melihat-lihat kamera dengan segala macam type, merek dan dengan harga yang bervariasi. Setelah lihat sana-sini dia memilih kamera DLSR dengan harga rata-rata diatas empat jutaan. Hmm... harga yang cukup membuatku mengernyitkan dahi, empat juta bukan nominal yang kecil bagiku.
Setelah melihat-lihat kuajak Devon duduk dikursi yang tempatnya agak diujung. Kutanyakan tentang tujuannya membeli kamera. Setelah bicara dari hati kehati ternyata benar dugaanku Dev hanya ingin sekedar jeprat-jepret seperti teman-temannya. Aduh nak bukannya papa pelit tidak mau belikan kamera tapi kalau sekedar untuk iseng-isengan rasanya sayang banget.
Dev memang anak satu-satunya tapi bukan berarti harus menuruti apa keinginannya. Sebagai orang tua harus mempertimbangkan baik buruk dampak bagi si anak. Jangan sampai nantinya Dev menjadi anak yang konsumtif dan tidak menghargai susahnya mencari uang. Selama ini aku memang hampir selalu menuruti permintaan Dev tapi yang berhubungan elektro dan listrik karena aku tahu persis minat dan bakatnya ada disitu dan memang layak untuk disuport.
Seperti biasanya selalu kuberi tantangan pada Dev. Kalau memang serius dan bisa menjadi photograper profesional papa tidak keberatan membelikan kamera itu sekalian lensa dan sarana pendukung lain tapi bila sekedar main-main mendingan lupakan saja, toh masih bisa jeprat-jepret dengan kamera blackberry. Dev diam, cukup lama dia berpikir, aku yakin dia tidak akan mengambil tantangan tersebut, karena aku tahu obsesi dan cita-citanya dari kecil bukan sebagai photographer tapi pada bidang electric dan electronic.
Tanpa memberi jawaban Dev langsung mengajak pulang dan dengan legowo dia melupakan keinginannya untuk memiliki kamera itu. Tapi tetap aja Dev tidak mau rugi sambil beranjak pulang masih minta dibelikan tang crimping, tahu kan tang crimping? itu loh alat untuk memotong kabel dan untuk memasang konektor ke kabel lan.
Alhamdulillah akhirnya kami bisa menerima kesepakatan tanpa merasa ada ganjalan dihati. Sebagai orang tua aku hanya bisa mengarahkan dan mensuport tanpa merasa mendikte. Anak tidak perlu dicegah dengan cara yang membabi buta cukup diajak berpikir dan diberi sedikit tantangan agar tahu seberapa keseriusannya.
Salam kreatif
Salam kreatif
wah.. sy juga om, sekarang pengen banget camera DSLR tapi juga mikir2 harganya ^_^
ReplyDeleteiya om emang ya saat mendidik baik itu dari orang tua ke anak atau kakak ke adik kita perlu bijak dengan cara diajak berfikir sejenak akan suatu kebaikan, bukan langsung membantah tanpa ada penjelasan.
wuih Topics ternyata sangat dewasa ya
DeleteNamanya juga usaha ya Dev, siapa tau aja bisa jadi insinyur yang jago foto.
ReplyDeleteAku salut deh, mas Budhi tetap membawa Dev untuk melihat-lihat kamera. Jadi Dev bisa mempertimbangkan pilihannya dengan lebih pasti. Nggak penasaran.
Liburan action Dev apa nih? Dengan tang baru itu, semoga Dev bisa lebih explore dalam elektrik dan elektronik.
iya biar dev bisa melihat dan berpikir sendiri, barang mahal bukan untuk sekedar iseng....
Deleteseperti biasa kalau libur ada aja yg dikerjain
Gpp dev...msh ada kamera hp yg bt jeprat jepret ssuka hati hehe.
ReplyDeleteTtp pulangnya beli alt bgituan hehe...sukses bt devon ya mas
iya deh Kakak Hanna...
Deleteiya gitu deh... sampai alat2nya lengkap
tante fotoin yaa dev, hehehhe :D
ReplyDeletehaiissh... masih belum bisa Kakak
Deleteayo kak devon..belajar fotografi sama dede hanif #gayanengomporin ..hehehe
ReplyDeletemending belajar sama kakak Todi aja deh.. #biarberasamuda
DeleteNanti kalau udah super jago obrak-abrik elektro le, insya Allah bisa beli kamera dewe.
ReplyDeletesantai wae, papa itu enggak pelit kok, tapi medit wkwkwk
wahahahahaha.....
Deleteuncleeeeee..... #lempargranat
Devon, sudah kelas IX yang makin rajin belajar ya nak.
ReplyDeleteMiss U, son.
Insya Allah Bunda..
DeleteDev sdh ada target yang hrs diraih nanti
mohon doa restunya
Selalu ada doa buat Devon :)
Deletesemoga suatu saat nanti Dev bisa beli kamera sendiri yaa... kalo udah besar. jadi fotografer handal
ReplyDeleteAamin makasih Tante Elsa..., insya Allah Dev akan berusaha
Delete